Loading...

Cerita

UMARATU

Nilai kearifan lokal masyarakat Sumba menjadi dasar filosofi dan simbol semua kegiatan yang bernaung di bawah

Yayasan Umaratu. Dalam kegiatannya Umaratu berfokus pada 3 pilar utama.

Asset 3@4x 1
Sandang
Asset 2@4x 1
Pangan
Asset 1@4x 1
Papan
I

SANDANG

Keragaman sandang mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat, serta menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan nasional. Tekstil Indonesia yang kaya dan beragam dapat diurut dari jenis benangnya, pewarnaannya serta cara pembuatannya. Tekstil yang beragam ini kemudian membentuk busana daerah yang kaya bentuk dan kaya warna. Sandang yang dibuat dengan menggunakan kearifan lokal tidak harus tersingkir oleh modernisasi. Keduanya dapat berjalan seiring atau bergandengan sehingga tradisi dapat terjaga dan kesejahteraan masyarakat lokal juga dapat meningkat.

II

PANGAN

Pemanfaatan pangan lokal tidak hanya mendukung ekonomi lokal dan melestarikan budaya, tetapi juga mengurangi 
jejak karbon,peningkatan gizi,pencegahan stunting, melestarikan sumber daya genetik, menjamin keamanan pangan, 
serta menumbuhkan nasionalisme dan rasa kebangsaan. Pemerintah telah menerbitkan Perpres Nomor 81 Tahun 2023 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal yang dapat menjadi landasan program pemanfaatan pangan lokal. Diperlukan dukungan untuk pertanian ekologis dan resiliensi sistem pangan, regenerasi produsen pangan, serta riset dan inovasi untuk transformasi sistem pangan.

III

PAPAN

Berada di area Cincin Api Pasifik, nenek moyang kita telah mempunyai kesadaran hidup bersama dan berdamai dengan alam. Mereka sudah melakukan berbagai bentuk proteksi bencana gempa pada hunian mereka. Rumah adat di Indonesia umumnya merupakan bangunan tahan gempa yang diperolah dari konstruksi maupun material yang digunakan. Mereka umumnya menggunakan material lokal seperti kayu dan bambu. Selain tahan gempa, pemanfaatan material lokal juga dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat untuk memperoleh tempat hunian yang layak. Perlu lebih banyak contoh bangunan dengan material lokal yang memenuhi kebutuhan gaya hidup manusia modern.

UMATANAHUMBA

Rumah dan tanah merupakan rumah berkumpul dan bertemu lintas generasi dalam menjaga tanah dan bumi melalui tradisi lokal daerah dan kearifan lokal setiap kota dan desa di Nusantara mempunyai tradisi nenek moyang yang melahirkan seni dan kearifan lokal budayanya. Kehadiran Umatanahumba sebagai wadah untuk mengembangkan potensi masyarakat sekitar dan budayanya melalui kreatifitas dan seni sebagai tempat berkarya, berbagi dan bercerita untuk menciptakan ekosistem lintas generasi dan profesi dalam membangun pertumbuhan masyarakat lokal masa depan berbasis keramahan lingkungan dalam ekonomi yang berkelanjutan.

Sumba Timur dikenal sebagai daerah penghasil tenun ikat yang sarat makna. Tenun Ikat Sumba Timur adalah warisan budaya turun temurun yang terus diperjuangkan kelestariannya oleh para perempuan penenun. Peremuan Sumba tidak hanya menenun tetapi  juga menjadi penopang ekonomi dalam keluarga. Tidak hanya hebat, tetapi mereka dengan sabar membuat, menjaga dan melestarikan budaya tenun ikat ini tanpa kenal lelah dan putus asa serta memperkenalkannya kepada dunia bagaimana indahnya warisan leluhur tana humba ini.